Skip to main content

Seblak

You know when you get angry, and you just want to blurt things out—whether it's just regular anger or you're completely pissed off? I always wonder why, when I’m upset about something or when I’m around my loved ones, it feels like my brain just shuts off and I can’t think clearly. Do other people experience the same thing? Maybe it's a pattern—like when you're in danger or just too comfortable with someone. Or maybe it happens when you’re low on energy, and suddenly you crave Seblak or something really sweet.

I’ve been curious about this and wanted to understand it better. So, the hypothalamus plays a big role here. When you get angry at something or someone, the hypothalamus is like the boss that indirectly tells the adrenal glands to produce cortisol. But even before the hypothalamus acts, there’s an even bigger boss—the amygdala. It’s the one that kicks off the whole reaction by alerting the hypothalamus.

Once cortisol gets produced by the adrenal glands, it affects the prefrontal cortex, which is the part of the brain responsible for decision-making and emotional regulation. When the prefrontal cortex gets overwhelmed by cortisol, that’s when our thinking becomes unclear and impulsive. And that explains a lot.

Now, about the feeling part—emotions. That’s why Seblak, sweet things like chocolate, or even impulsive shopping feel so good when we’re stressed, angry, or upset. Those things trick our brain into thinking the pain or stress is over. But once we’re done eating or buying stuff, we realize it didn’t really help that much.

The only way to avoid feeling “dumb” when we’re angry is to take a step back—maybe take a deep breath, write it out, or sing it out. There are so many ways to release emotions in a non-destructive way. Sure, Seblak might help for a moment, but it’s not a long-term solution.

Just a random thought, but I truly believe that sometimes when we’re upset, stressed, or angry, it’s not really about the person or the thing—we’re just mad at the situation that feels out of our control. As humans, we naturally want peace, and we hate it when someone or something messes with that. That’s why we need to face the real problem, not just what we think is the problem.

So the answer only for the angry part, for the women's brain get turned off like "a bit dumb" when she's around her loved ones maybe onto the next writing.

Cuaca terik panas 

Kalteng, May 18th 2025 


Comments

Popular posts from this blog

Konten Ramah Orang Tua

Kipas angin yang nyaring, di luar juga sedang gerimis, ditemani ada secangkir kopi jahe. Rasanya suasana yang pas untuk menulis kembali. Setahun terakhir rasanya seperti kehidupan yang sudah dipilih sendiri, dari mulai pekerjaan dan hal yang lainnya. Memutuskan untuk bekerja di sektor yang tidak pernah dibayangkan saat masih kuliah, juga bukan hal yang masuk dalam perencanaan hidup. Lucu juga sebenarnya, saat kuliah seperti anak sains ambis pada umumnya, yang semua tertata dan tertarget dan termakan quotes motivator, sampai rasanya lupa berpijak. Ah, kenapa jadi puitis ya. Bergabung dengan berbagai organisasi, menyibukkan diri, seolah ingin mengubah dunia keesokan harinya, sekarang harus berdamai dengan realitas bahwa ada diri yang harus dihidupi sendiri, entah ini terdengar kasihan atau malah bangga. Kata orang, harga diri seorang laki-laki itu di pekerjaannya, dan wanita dengan kodratnya feminitasnya harusnya menjadi wanita seutuhnya, dengan me-_nurture_ kehidupannya. Kalau ditanya, ...

Curcol #1 Wanita dan Kerja

 "Ah, rasanya berbicara tentang pekerjaan adalah hal yang paling melelahkan" ucap seorang wanita di umur 20-annya. Kata pekerjaan ditambah dengan bumbu rasa keren dan validitas bekerja dengan ruangan ber-ac. Indonesia yang diisi dengan segudang wilayah industri, seolah memudahkan seseorang untuk selalu bekerja di ruang aman ekonomi. Kebanyakan penduduk lokal hanya digunakan sebagai buruh tingkat bawah baik laki-laki maupun wanita. Realita tempat kerja ber-ac yang jarang dimengerti. Sepertinya saya kehilangan fokus, mari kembali membahas bekerja dan wanita. Sedari kecil, umumnya orang tua menginginkan agar kelak anaknya bisa menghidupi dirinya dengan cara yang tidak "menggenaskan".  Setiap tahun umur anaknya dirayakan, lalu mengamini agar kelak dapat bekerja dengan nyaman dan mendapatkan uang. Namun, di banyak daerah wanita seolah ditiadakan pada peran tersebut. Wanita dididik agar menjadi makhluk yang lemah lembut, tak berdaya, penurut dan tidak banyak tanya. Seolah...

Curcol #4 Katawa

Alem kalutuh, mun kuan uluh huran, apalagi mun belum lekan lewu je jatuh are uluh nah, tau kare are je belum tapi iye beda alam ah. En jikau tutu en dia, dia katawa kia. Makin maju zaman makin are uluh je tame ka lewu itah, en niat bahalap en dia, Tuhan ih je nampa kaputusan ah. Harun due kalimat tuh manampa tulisan jituh, pehe jadi angat kuluk kuh. Ampi mangat nampa mahapa bahasa Indonesia dibanding bahasa kabuat. Okey, tampuli membahas perkara katawa en dia katawa. Oleh akhir-akhir tuh, pambelum angat are lepah melai kantor akan manggau duit, kadang aku tuh mikir, en uluh tuh puna harus belum kilau tuh kah, kurik, sakula, bagawi, mun rajaki a manikah mbah te manak mbah te matei. En kate ih? Tapi, mikir kia, buhen pambelum harus are kare kahandak, amun kuan motivator nah, angat itah tege motivasi kua. Tapi, kenampi umba uluh je handak belum ie kate-kate ih, en jikau sala ?. Harun endau umba Azi, ikei due mander narai kabeda antara menggite informasi bara sosial media je kilau instagra...