Pagi-pagi, hari minggu, ada buku, terus ada kopi, banyak pohon, duduk depan rumah, sepertinya hal yang pantas untuk diidamkan. Sebagai salah satu keturunan dayak-sulawesi yang ada kebanjar-banjarannya, meminum kopi atau teh saat pagi hari adalah hal yang lumrah. Apalagi jika ditambah dengan wadai alias kue untuk panas-panas, yang baru saja dibeli dari tukang dagang keliling di pagi hari. Sedari kecil, saya terbiasa melihat budaya orang banjar dengan sarapan "kue untuk" dan kopi atau teh di pagi hari, sembari menunggu anaknya berangkat sekolah, jika yang merokok maka akan sambil merokok, jika yang tidak ya akan dengan kue dan minumannya saja. Bahkan saya masih ingat saat itu, waktu kami memutuskan untuk pindah ke Sulawesi dan mamah tetap dengan budaya banjarnya menyediakan sarapan beserta teh serta bekal untuk si vita kecil ini agar tidak kelaparan di sekolah. Kembali bercerita tentang rokok dan kopi, dua imboost dopamin yang tidak pernah ketinggalan zaman, bahkan pada tahun...
Selamat datang di blognya Evita. Aku cerita banyak hal di blog ini, it could be love, life, books or anything else. Happy reading ❤️