Skip to main content

FILOSOFI TERAS

 


Hola, apa kabar teman-teman?
Aku harap yang kabarnya baik semoga urusannya selalu dilancarkan dan yang sedang tidak baik-baik saja, nggak papa ambil rehat bentar terus nanti gaskeun lagi, oke.

Jadi, kali ini aku mau bagi-bagi beberapa  quotes dan highlight dari buku Filosofi Teras karya Henry Manimpiring atau biasa dipanggil Om Piring. 
Selamat membaca!!

Anak muda menghabiskan terlalu banyak energi di media sosial comparing themselves, they don't know how to stand on their own feet (Cania Citta Erlanie)

Kamu tuh anak muda dengan segudang kemungkinan menjadi lebih besar, kenapa kamu harus turun ke level ini? Menyimpan kemarahan dan marah-marah, artinya levelmu jadi di bawah orang (yang elo marah-marahin) itu (Cania Citta Erlanie)

If you think about your life what you wanna be and you busy about it, you have no time think about selebrity's problem on socmed (Om Piring)

--- Ngomong-ngomong quotes di atas mirip sama quotes Imam As-Syafi'i
(Jika kau tidak disibukkan dengan hal yang bermafaat maka kau akan disibukkan dengan hal sia-sia)*Pengecualian kalimat ini nggak ada di buku.

Be better, Be proud of yourself (Cania Citta Erlanie)

10% masalah dalam hidup adalah masalah itu sendiri, 90%-nya adalah bagaimana cara kita merespon masalah itu (Cania Citta Erlanie)

Menyimulasi kemungkinan terburuk dari setiap tindakan membantui Kita mengantisipasinya, termasuk di media sosial (Om Piring)

Anak muda terlalu banyak membandingkan diri dengan hidup orang lain (yang tampak sempurna) di media sosial, ini bisa menyebabkan kekecewaan pada hidup sendiri yang berlanjut dengan rasa marah (Cania Citta Erlanie)

There's nothing either good or bad, but thinking makes it so (William Shakespeare)

Don't waste your time on the problem spend it on the solution (Filosofi teras)

Every problem is an examination to make you a better person, These examinations was the test to see how you get your best when you through it (Filosofi teras)

This gonna hurt you but it's not gonna kill you, and it's gonna makes you stronger (Filosofi teras Hal 178)

Unlucky raven .. to me all omens are lucky. Whichever things happen it is my control to derive advantage from it."-Epictetus, Enchiridion)
Artinya :
"Burung gagak katanya adalah pertanda sial... Tapi bagi saya, semua pertanda adalah keuntungan, karena apapun yang terjadi, saya memiliki sepenuhnya kendali untuk menarik manfaat darinya."-Epictetus, Enchiridion)
Hal 180

Apa yang kita sebut sebagai "bencana","musibah","kesulitan", dan lainnya adalah adalah konstruksi mental pikiran sendiri (Stouisisme/Filosofi teras)

There's no a good or a bad thing, semua terjadi karena memang seharusnya terjadi (Filosofi teras)

Kita yang bertugas mencari tahu bagaimana memperbaikinya, kemudian melakukannya sungguh-sungguh (Marcus Aurelius)

Makanan ada hanya untuk sekadar mempertahankan hidup dan bukan sumber kenikmatan, dapat dibuktikan dari ini: ketika makanan menjalankan fungsinya (pencernaan dan penyerapan), ia tidak memberikna kenikmatan bagi manusia (Musonius).


Jadi, segitu dulu ya, sampai jumpa di postingan lainnya. 
Note tambahan : Bukunya memang sebagus itu asal dibaca pelan-pelan.


Comments

Popular posts from this blog

Konten Ramah Orang Tua

Kipas angin yang nyaring, di luar juga sedang gerimis, ditemani ada secangkir kopi jahe. Rasanya suasana yang pas untuk menulis kembali. Setahun terakhir rasanya seperti kehidupan yang sudah dipilih sendiri, dari mulai pekerjaan dan hal yang lainnya. Memutuskan untuk bekerja di sektor yang tidak pernah dibayangkan saat masih kuliah, juga bukan hal yang masuk dalam perencanaan hidup. Lucu juga sebenarnya, saat kuliah seperti anak sains ambis pada umumnya, yang semua tertata dan tertarget dan termakan quotes motivator, sampai rasanya lupa berpijak. Ah, kenapa jadi puitis ya. Bergabung dengan berbagai organisasi, menyibukkan diri, seolah ingin mengubah dunia keesokan harinya, sekarang harus berdamai dengan realitas bahwa ada diri yang harus dihidupi sendiri, entah ini terdengar kasihan atau malah bangga. Kata orang, harga diri seorang laki-laki itu di pekerjaannya, dan wanita dengan kodratnya feminitasnya harusnya menjadi wanita seutuhnya, dengan me-_nurture_ kehidupannya. Kalau ditanya, ...

Curcol #1 Wanita dan Kerja

 "Ah, rasanya berbicara tentang pekerjaan adalah hal yang paling melelahkan" ucap seorang wanita di umur 20-annya. Kata pekerjaan ditambah dengan bumbu rasa keren dan validitas bekerja dengan ruangan ber-ac. Indonesia yang diisi dengan segudang wilayah industri, seolah memudahkan seseorang untuk selalu bekerja di ruang aman ekonomi. Kebanyakan penduduk lokal hanya digunakan sebagai buruh tingkat bawah baik laki-laki maupun wanita. Realita tempat kerja ber-ac yang jarang dimengerti. Sepertinya saya kehilangan fokus, mari kembali membahas bekerja dan wanita. Sedari kecil, umumnya orang tua menginginkan agar kelak anaknya bisa menghidupi dirinya dengan cara yang tidak "menggenaskan".  Setiap tahun umur anaknya dirayakan, lalu mengamini agar kelak dapat bekerja dengan nyaman dan mendapatkan uang. Namun, di banyak daerah wanita seolah ditiadakan pada peran tersebut. Wanita dididik agar menjadi makhluk yang lemah lembut, tak berdaya, penurut dan tidak banyak tanya. Seolah...

Curcol #2 Kopi dan Rokok

Pagi-pagi, hari minggu, ada buku, terus ada kopi, banyak pohon, duduk depan rumah, sepertinya hal yang pantas untuk diidamkan. Sebagai salah satu keturunan dayak-sulawesi yang ada kebanjar-banjarannya, meminum kopi atau teh saat pagi hari adalah hal yang lumrah. Apalagi jika ditambah dengan wadai alias kue untuk panas-panas, yang baru saja dibeli dari tukang dagang keliling di pagi hari. Sedari kecil, saya terbiasa melihat budaya orang banjar dengan sarapan "kue untuk" dan kopi atau teh di pagi hari, sembari menunggu anaknya berangkat sekolah, jika yang merokok maka akan sambil merokok, jika yang tidak ya akan dengan kue dan minumannya saja. Bahkan saya masih ingat saat itu, waktu kami memutuskan  untuk pindah ke Sulawesi dan mamah tetap dengan budaya banjarnya menyediakan sarapan beserta teh serta bekal untuk si vita kecil ini agar tidak kelaparan di sekolah. Kembali bercerita tentang rokok dan kopi, dua imboost dopamin yang tidak pernah ketinggalan zaman, bahkan pada tahun...